Selamat Datang di Blog Mahasiswa PSPA Angkatan XIV USU
Tampilkan postingan dengan label Literatur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Literatur. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 April 2013

Buku Pedoman Visite bagi Apoteker

Pedoman ini disusun atas kerja sama berbagai pihak meliputi akademisi, praktisi dan Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian sehingga diharapkan pedoman ini dapat diaplikasikan dalam pelayanan kefarmasian di fasilitas kesehatan. Pedoman ini sebagai acuan bagi apoteker dalam melaksanakan kegiatan visite sebagai implementasi dari perluasan paradigma pelayanan kefarmasian yang berfokus pada obat (Drug Oriented) bertambah fokusnya kepada pasien (Patient Oriented) yang mengharuskan terciptanya pelayanan kefarmasian (Pharmaceutical Care) komprehensif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

Pelaksanaan pelayanan kefarmasian pada pasien salah satunya berupa praktik apoteker ruang rawat melalui kegiatan visite. Pedoman ini disusun untuk digunakan oleh Apoteker dalam melaksanakan pelayanan visite di Rumah Sakit. Dengan adanya pedoman ini, diharapkan dapat menjadi acuan bagi apoteker dalam melaksanakan kegiatan visite sehingga dapat meningkatkan kualitas hasil terapi dan keselamatan pasien.

Rabu, 10 April 2013

Buku Pedoman Instalasi Pusat Sterilisasi Di Rumah Sakit, 2009


Rumah sakit merupakan sarana kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna dengan menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. Selain itu rumah sakit seharusnya juga memiliki Instalasi Pusat Sterilisasi atau sering disebut dengan CSSD.


CSSD menjadi penting terutama dalam pencegahan resiko terjadinya infeksi bagi pasien dan petugas rumah sakit. Hal ini tentunya akan menjadi sebuah upaya dalam peningkatan keselamatan pasien (patien safety) yang saat ini menjadi sangat penting dalam rumah sakit jika ingin mendapat sertifikasi JCI.

Selasa, 09 April 2013

TANGGUNG JAWAB APOTEKER TERHADAP KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY ), 2008


Apoteker tidak hanya bertanggung jawab atas obat sebagai produk, dengan segala implikasinya, melainkan bertanggung jawab terhadap efek terapetik dan keamanan suatu obat agar mencapai efek yang optimal. Memberikan pelayanan kefarmasian secara paripurna dengan memperhatikan faktor keamanan pasien, antara lain dalam proses pengelolaan sediaan farmasi, melakukan monitoring dan mengevaluasi keberhasilan terapi, memberikan pendidikan dan konseling serta bekerja sama erat dengan pasien dan tenaga kesehatan lain merupakan suatu upaya yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

Selasa, 05 Februari 2013

Compherensive Pharmacy Review

E-book berikut berisi tinjauan materi-materi yang pernah diajarkan saat perkuliahan secara ringkas dan disertai dengan contoh-contoh soal beserta jawabannya. Buku ini bisalah daijadikan sebagai bahan pembelajaran untuk persiapan ujian komprehensif bagi calon-calon apoteker.
Materi-materi yang dibahas dalam buku ini meliputi:

Kamis, 24 Januari 2013

ACUAN SEDIAN HERBAL (VOL 5) EDISI I


Buku acuan sediaan herbal (ASH) volume V ini merupakan kelanjutan ASH volume I tahun 2000, volume II tahun 2006, volume III tahun 2007 dan volume IV tahun 2008.

Dalam buku ini dibahas mengenai pembuatan sediaan herbal mulai dari informasi umum sampai cara pembuatan sedian herbal.

Rabu, 12 September 2012

Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) 2006

Buku ini merupakan standart yang dikeluarkan oleh BPOM yang dijadikan sebagai acuan dalam industri obat-obatan yang ada di Indonesia. Buku ini membahas:
  • Managemen Mutu
  • Personalia
  • Bangunan dan Fasilitas
  • Peralatan
  • Sanitasi dan Higiene
  • Produksi
  • Pengawasan Mutu
  • Inspeksi Diri dan Audit Mutu
  • Penanganan Keluhan terhadap Produk, Penarikan Kembali produk, dan Produk Kembalian
  • Dokumentasi

Buku Stockley Drug Interaction

Berikut ini adalah buku Interaksi Obat Stockley Drug Interaction Edisi 8, Stockley’s Herbal Medicines Interactions, dan Stockley’s Drug Interactions Pocket Companion.
  • Untuk Mendapatkan Buku Stockley Drug Interaction Edisi 8 Klik DISINI
  • Untuk Mendapatkan Buku Stockley’s Herbal Medicines Interactions Klik DISINI
  • Untuk Mendapatkan Buku Stockley’s Drug Interactions Pocket Companion Klik DISINI


Sabtu, 08 September 2012

Pharmacotherapy Casebook A Patient-Focused Approach

Buku ini berisi contoh-contoh kasus langsung pada pasien, namun yang terdapat pada buku ini adalah contoh kasus yang terjadi di luar negeri. Walaupun demikian, kita dapat mengambilnya sebagai contoh untuk mengasah keahlian kita mahasiswa apoteker di bidang klinis.

Dalam buku ini digambarkan kondisi patofisiologis pasien, serta angka-angka pengukuran laboratorium dan informasi penting lainnya. Kita diajak untuk membuat sebuah perencanaan dan penanganan terhadap contoh-contoh dalam buku ini.

Untuk Mendapatkan buku ini klik DISINI

Buku Hospital Pharmacy (Farmasi Rumah Sakit)

Buku ini membahas tentang:

  • Hospital pharmacy within the National Health Service
  • Pharmacy in the acute independent sector
  • Purchasing medicines
  • Medicines supply and automation
  • Controlled drugs in hospital pharmacy
  • Technical services
  • Quality assurance
  • Medicines information
  • Clinical pharmacy
  • Pharmacist prescribing
  • Strategic medicines management
  • Risks with medicines
  • Mental health pharmacy

Kamis, 06 September 2012

Buku Pharmaceutical Care Practice: The Clinician's Guide (Cipolle)

Pekerjaan apoteker merupakan pekerjaan yang bersifat dinamis, artinya tidak sama dari waktu ke waktu. Hal ini disebabkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta berubahnya kebutuhan masyarakat. Jika dahulu apoteker itu lebih berorientasi pada penyediaan produk obat, maka saat ini tidak cukup hanya sampai disitu, apoteker dituntut untuk melakukan asuhan kefarmasian terhadap pasien.

Dalam buku ini dibahas mengenai Gambaran Umum Praktek Perawatan Farmasi, Clinical & Ekonomi Dampak Praktek Perawatan Farmasi sampai Follow-Up Evaluasi.

Untuk Mendapatkan Buku ini Klik DISINI

Rabu, 05 September 2012

Download Buku PEDOMAN PENGGUNAAN OBAT BEBAS DAN BEBAS TERBATAS


Seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan pola hidup masyarakat yang cenderung kurang memperhatikan kesehatan, maka berkembangnya penyakit di masyarakat tidak dapat dielakkan lagi. Berkembangnya penyakit ini mendorong masyarakat untuk mencari alternatif pengobatan yang efektif secara terapi tetapi juga efisien dalam hal biaya. Berkenaan dengan hal tersebut, swamedikasi menjadi alternatif yang diambil oleh masyarakat.

Swamedikasi merupakan upaya pengobatan yang dilakukan sendiri. Dalam penatalaksanaan swamedikasi, masyarakat memerlukan pedoman yang terpadu agar tidak terjadi kesalahan pengobatan (medication error). Apoteker sebagai salah satu profesi kesehatan sudah seharusnya berperan sebagai pemberi informasi (drug informer) khususnya untuk obat-obat yang digunakan dalam swamedikasi. Obat-obat yang termasuk dalam golongan obat bebas dan bebas terbatas relatif aman digunakan untuk pengobatan sendiri (swamedikasi).